Bios

BIOS adalah tingkatan terendah dari perangkat lunak yang mengkonfigurasi atau memanipulasi perangkat keras anda. BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System.

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM).

Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:
  1. Award Software : yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS.
  2. Phoenix Technologies : yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
  3. American Megatrends Incorporated (AMI) : yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.

BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya).

BIOS telah lama digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21 Agustus 1981. Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari arsitektur IA-64 (Itanium). Rencananya, hal ini akan direalisasikan pada komputer baru pada tahun 2008.

Fungsi BIOS adalah
  • Mendeteksi dan melakukan konfigurasi antara perngakat-perangkat media penyimpanan standard yang biasanya dimiliki sebuah PC.
  • Melakukan Post untuk mendeteksi apakah perngakat-perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada system PC
  • Mendeteksi dan menentukan letak system operasi yang terpasang pada PC
  • Melakukan pengaturan waktu secara realtime
  • Melakukan konfigurasi memory utama maupun memori cache.
  • Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port
  • Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk frekwensi yang dipakai pada system prosessor.
  • Mendeteksi dan mengatur urutan pencarian perangkat untuk booting awal
  • Melakukan proteksi untuk PC
  • Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
  • Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.

Gambar :
Award BIOS ,


Ami Bios,


Phoenix Bios,

0 komentar:

Poskan Komentar

Selasa, 05 Februari 2013

Bios

BIOS adalah tingkatan terendah dari perangkat lunak yang mengkonfigurasi atau memanipulasi perangkat keras anda. BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System.

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM).

Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:
  1. Award Software : yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS.
  2. Phoenix Technologies : yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
  3. American Megatrends Incorporated (AMI) : yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.

BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya).

BIOS telah lama digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21 Agustus 1981. Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari arsitektur IA-64 (Itanium). Rencananya, hal ini akan direalisasikan pada komputer baru pada tahun 2008.

Fungsi BIOS adalah
  • Mendeteksi dan melakukan konfigurasi antara perngakat-perangkat media penyimpanan standard yang biasanya dimiliki sebuah PC.
  • Melakukan Post untuk mendeteksi apakah perngakat-perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada system PC
  • Mendeteksi dan menentukan letak system operasi yang terpasang pada PC
  • Melakukan pengaturan waktu secara realtime
  • Melakukan konfigurasi memory utama maupun memori cache.
  • Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port
  • Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk frekwensi yang dipakai pada system prosessor.
  • Mendeteksi dan mengatur urutan pencarian perangkat untuk booting awal
  • Melakukan proteksi untuk PC
  • Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
  • Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.

Gambar :
Award BIOS ,


Ami Bios,


Phoenix Bios,
Reaksi:
Posted on by edi sanjaya | No comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Popular Posts

Text Widget

Tehnik komputer dan Jaringan

Selamat datang di blogger ini, Semoga bisa membantu anda . . .

Recent Posts

Blogroll


Blogger Templates